Sunday, May 27, 2007

Dinosaur


“We are all is a dinosaur.”

Kapten Murphy di film Lethal Weapon 4 berujar kepada Riggs dan Murtaugh “We are all is a dinosaur.” Pada dasarnya kita semua adalah dinosaurus. Lambat laun mau tidak mau kita akan punah.

Seketika saya tergelitik. Benar juga ya. Manusia tidak ubahnya seperti dinosaurus. Jam selalu berdetik. Kita tidak bisa melawan waktu dan akan menjadi tua. Kemudian pada akhirnya kita akan punah. Dari segi kehewanannya Kita juga punya kesamaan dengan dinosaurus. Berusaha bertahan hidup, cari makan dan mengisi perut, kawin dengan lawan jenis, punya keturunan banyak, Manusia juga punya naluri kehewanan untuk menghindari rasa sakit,takut, dan berusaha menghindari celaka. Nah lalu?

Apa itu tak menunjukkan kita tak ubahnya seperti hewan? Apa dong lebihnya sebagai manusia. Ada yang jawab, manusia punya akal pikir! Manusia itu cerdas, diberi pengetahuan oleh Tuhan. dan bisa berkembang. Manusia juga berbudi pekerti. Hmmm.. Lebih dalam lagi saya berpikir, nah kalau misal kita tidak memanfaatkan akal pikir yang diberikan Tuhan, kita tidak pintar, apalagi berkembang. Bahkan kita tak ambil berat dengan budi pekerti kita. Dan hidup ini cuma berfilosofi untuk bertahan hidup. Asal tidak minta muluk-muluk yang penting hidup aman tentram dan bisa makan, punya keturunan dan seterusnya. Bisa dikatakan dinosauruskah kah kita?.

Agak menyimpang dulu. Suatu hari, saya sedang asyik nonton Last Holiday-nya Queen Latifah. Memerankan si Georgia Byrd yang malu-malu dan selalu nrimo dengan kehidupannya saat itu. Yaitu sebagai sales supermarket yang selalu diam. Tiba-tiba suatu hari dirinya didiagnosa terkena penyakit tumor otak Lampington. Dan tidak punya uang untuk membiayai pengobatannya. Georgia harus menerima kenyataan bahwa umurnya hanya mencapai tidak lebih dari tiga minggu saja. Dari situ, dia mengeluarkan semua deposit tabungan yang dia punya di Bank dan memutuskan menghabiskannya semua uangnya untuk menikmati hal-hal yang menjadi impiannya selama ini sebelum dia mati.

Eh tidak disangka-sangka, dalam perjalanannya di dunia yang belum pernah dia sentuh, dia menemukan banyak hal baru dan sangat berharga tentang dirinya. Kenyataan bahwa dia menemukan sisi lain dirinya yang mengagumkan dan tidak pernah dia ketahui. Dan tiba-tiba saja semua kehidupannya seperti berbalik 180 derajat. Disaat dia merasa akan mati, dia berubah menjadi orang yang sangat berbeda. Tiba-tiba semua impiannya tercapai dalam sekejap. Film yang bagus menurut saya.

Membicarakan Georgia, apa hubungannya dengan dinosaurus

“Man is a dinosaur with a great chance”

Tidak jauh-jauh. Kita semua ini adalah dinosaurus. Dinosaurus yang akan punah, namun mempunyai kesempatan besar. Kesempatan apa? Tentunya kesempatan untuk merubah diri kita dan merubah dunia. Kesempatan untuk menjadikan diri kita sesuatu yang lebih besar dari sebelumnya. Dari sekadar binatang mamalia, Menjadi manusia seutuhnya. Beberapa manusia memang ditakdirkan untuk menjadi orang yang besar, namun beberapa adalah yang mempunyai kesempatan yang besar. Besarnya kesempatan itu hanyalah diukur dari sebuah pikiran dan tindakan.

Dari situ saya seperti disadarkan bahwa selama ini kita mengira apa yang kita dapatkan esok hari adalah sesuai dengan kapasitas kita saat ini. Kita selalu beranggapan orang yang mampu merubah dunia adalah milik orang-orang yang terlahir hebat. Padahal tidak hanya mereka. Tiap manusia adalah dinosaurus yang mempunyai kesempatan besar, yang membedakan hanyalah sebuah keberanian untuk bertindak diluar kapasitas kita. Nah, apa yang kita lakukan selama ini? Apakah kesempatan itu akan sia-sia jika kita hanya menjadi seekor dinosaurus. Georgia Byrd seketika itu menjadi dinosaurus yang mempunyai kesempatan besar dalam hidupnya yang tidak pernah dia sadari selama ini. Barangkali, kalau penyakit itu tidak muncul, dia tidak akan pernah tau kesempatan apa yang ada di depannya. Dia hanya akan menjadi seekor dinosaurus yang akan punah. Punah oleh waktu dan penyakit lampington yang dideritanya.

Haruskah kita menunggu saat dimana kita akan mati dan baru beraksi. Tinggal pilih mau menjadi dinosaurus yang akan punah, atau dinosaurus yang mempunyai kesempatan besar.

Yang jelas Georgia Byrd memilih yang kedua, walaupun itu tidak disadarinya. Namun pada dasarnya setiap manusia mempunyai kesempatan yang besar. Hanya tinggal beraksi saja.


Winners take action; they simply get up and do what has to be

-Jack Canfield-

(-aya-)

1 comment:

Vira Av said...

wah.. ternyata blog ini gak kalah keren dan menginspirasi! :)

and I like people who take meaning in everything they see, they feel, and they experience!